Kevin berlari keluar dari dalam kamar, melintasi Hendra begitu saja dengan perasaan berkecamuk. Semoga saja, sang ayah tidak bersungguh-sungguh ketika mengatakan bahwa kekasihnya sudah tidak berada lagi di kota ini. Jika Evelyn benar-benar pergi, maka harapannya untuk memulai hidup baru bersamanya akan kandas, impiannya untuk keluar dari bayang-bayang sang ayah pun sirna dan ia akan menjalani sisa hidupnya dengan menjadi boneka Hendra Sanjaya. "Saya mohon jangan pergi, tunggu saya, Evelyn. Saya mohon," batin Kevin, menuruni satu-persatu anak tangga. *** Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit, mobil yang dikendarai oleh Kevin akhirnya tiba di kediaman Evelyn. Ia segera keluar dari dalam mobil, berlari melintasi halaman lalu berhenti tepat di depan pintu dengan napas ter

