Setelah 1 bulan kejadian tersebut dewi tetap tidak bicara, rumah mereka pun di jual dan mereka tinggal di panti, perubahan badan dewi pun membuat nia curiga karena dewi tetap tidak mau bicara akhir nya nia mencari bidan terdekat untuk datang dan memeriksa dewi, setelah di periksa “bu bagaimana adik saya” nia duduk di depan bu bidan tuti dan memberikan segelas teh manis “ini kenapa ya neng dewi jadi pemurung gitu dan apa neng dewi sudah menikah” bu bidan menuliskan resep vitamin dan obat “sudah menikah bu sekitar 4 bulan lalu kenap bu” nia pun penasaran dengan keadaan adik nya, “neng dewi hamil sudah 2 bulan tapi kondisi kandungan lemah yak arena neng dewi sedang mengalami trauma harus di jaga ya biar jangan stress” kata bu bidan ke nia dan langsung segera pamit.
“dewi kakak seneng banget loh kakak bakal jadi tante, wi kamu jangan begini yaaa ingat ini ada yang harus di jaga kondisinya lemah dan usia nya baru 2 bulan” nia mengelus perut rata dewi dan melihat dewi yang meneteskan air mata.
Di London
“Ian kok dewi uda 2 bulan ini engga bisa di hubungi ya” tanya niko yang sedang rehat di apartement nya, “marah kali waktu itu di tlp kita engga angkat” balas rian yang asik makan sambil nonton tv, “coba tanya om bram siapa tau dia tau” rian berdiri menghampiri niko. “halooo bujang semua” teriak seseorang di depan pintu “papa” “om bram” niko dan rian bersamaan “kangen yaaa “ kata bram duduk dan mengambil air di depan nya “om itu minum rian “ kt rian saat melihat bram meneguk minuman yang baru di letakkan nya di meja “papa kenapa ke sini kok mendadak” tanya niko heran, “tau di mana mama kamu’ tanya bram ke niko “itu kan istri papa masa tanya niko, mama kenapa emang pa” niko penasaran kenapa kalau tanya mama nya tidak via telp aja.
“mama kamu itu mengusir dewi” belum selesai bicara niko langsung berdiri dan berteriak “maksud papa” “sabar ko kita tau dulu masalahnya” rian menenangkan niko “saat papa kasih uang untuk dewi papa masih bertemu kemudian lusa nya papa ke rumah sudah kosong kata satpam ada ibu ibu marah marah dan sambil ngamuk di depan rumah jadi papa pasti tebak itu mama kamu karena tetangga juga liat dan memberi info bilang nya ibu dari suami nya dewi” bram menjelaskan “mama” niko geram dan langsung telp mama nya,tetapi telp nya tidak bisa di hubungi “papa ke sini mau cek ke hp kamu apa mama ada sadap hp kalian karena papa tidak bisa telp kalian dari 2 bulan lalu” bram membuka kulkas dan mengambil sekotak buah “bener loh ko baru sadar ini g engga bisa telp ke om bram” saat rian menekan no telp bram dan bram hanya menunjukan gawai nya.
Niko hanya terdiam dan mengusap kasar muka nya “mama” nada suara yang kasar menandakan betapa marah nya niko.
“tolong cari istri saya secepatnya” sent
“baik pak” sent
“foto terbaru sudah saya kirim jangan sampai mama mengetahuinya” sent
“pa niko pulang ya besok mau cari dewi niko khawatir” niko berdiri “tapi ko besok sampai lusa kan ada jadwal meeting sama kolega kita dan tidak bias di gantikan” rian memotong pembicaraan, “biar papa yg cari dewi ya kamu sama rian urus perusahaan dan kuliah kalian” kata bram sambil mengutak katik gawai nya.