part 12 flash back

734 Words
Di saat hari pemberangkatan niko ke London “hati hati ya jangan nakal rian jagain suami g ya kalau kepincut bule di sana buat aja baju dengan tulisan I have wife” kata dewi sambil merangkul niko, dan rian pun hanya tersenyum melihat pengantin baru yang sangat lucu tingkah nya, “tenang sayang suami mu ini bakal pasang mata kuda ya yang di lihat hanya buku okeee” nico mencium kening dewi. Sesampai di rumah “papa maaf dewi baru saja mengantar niko” dewi yang terkejut melihat bram ada di teras rumah nya sedang meminum kopi yang ia bawa di termos, “ini ada titipan dari niko untuk kebutuhan kuliah” kata bram memberikan amplop tebal ke dewi, dewi terdiam sejenak dan mengambil amplop tersebut dan membuka serta mengambil hanya sedikit “pa ini buat papa ya” memberikan amplop yang masih ada uang nya ke bram “ini buat kamu kok malah kasih papa, kalau buat makan dan kopi papa ada kok” kata bram terkejut “ternyata niko tidak salah pilih istri dewi tidak serakah dan selalu mendahulukan orang tua” bram berbicara di hati melihat dewi masih menyodorkan amplop tersebut. “baik papa terima ya tapi bila dewi perlu apa apa atau ada apa harus telp papa ya, berat loh amanat niko itu bisa 10 lembar buku folio buat jaga dewi” kata bram dan dewi pun tersenyum, “dewi papa pulang dulu yak arena mau main catur sudah janji sama om bayu” kata bram saat melihat jam tangan nya.”baik pa hati hati di jalan ya” kata dewi sambil menghantar bram ke depan halaman rumah nya. “sudah sampai blm mas” sent “baru aja mau mendarat, musim dingin di sini rian sudah menggigil” sent “hahaha lupa bawa kompor dia” sent “aku turun ya nanti sampai di asrama aku kabarin love you” sent “love you” sent Dewi tidak bisa tidur karena entah kenapa seperti ada yang hilang, “kak ngapain bisa main ke rumah engga, bosen padahal nikobaru pergi 1 hari” sent “lagi tidur dewi ini jam 2 subuh”sent “ah kak baru kirim pesan ke niko kt nya jam 8 malam di London” sent “dewiiiiiii beda London kan 6jam dengan kita “ sent Dewi pun tertidur setelah melihat jam di gawai nya, dan saat terdengar suara pintu di ketuk dengan keras dewi pun terbangun dan melihat siapa yang mengetuk pintu, “kamu ya ternyata yang bernaman dewi” Wanita berusia setengah abad itu pun membentak dewi “maaf ya bu silahkan masuk dan kita bicara baik baik” kata dewi tanpa tersulut emosi, “baik baik kalau sudah menyangkut anak saya tidak mungkin saya seperti ini dasar w************n” lidya masih saja teriak dan juga karena emosi lidya pun menampar dewi dengan keras, dewi hanya terdiam tanpa bicara “gara gara kamu niko mengalami kecelakaan “ sambil melempar foto foto niko yang mengalami kecelakaan di London. “saya ibu nya tidak rela bila niko begini pasti karena Wanita seperti mu, mulai dari sekarang saya tidak mau kamu tinggal di sini pergi dan jangan Kembali lagi” lidya menangis dan meninggalkan dewi yang masih terdiam dan mengambil foto yang berserakan di lantai tak lama terdengan kendaran berhenti di depan rumahnya “wi kenapa rebahan di lantai kursi rusak tah” tanya nia saat turun dari mobil melihat dewi terduduk lemas di lantai, tanpa bicara dewi bangun dan memeluk nia tangis nya pun pecah. “kak baru kemari niko pergi dan tadi ibu nya baru datang kasih kabar kalau niko kecelakaan” dewi mencoba menjelaskan ke nia, nia pun terdiam dan membantu dewi duduk di kursi memberinya air putih yang ada di meja, “sabar ya wi mungkin ini tidak benar uda telp papa nya niko”kata nia sambil duduk disamping dewi, tanpa bicara dewi pun mengambil gawai nya dan menekan no telp niko tidak bisa di hubungi, dan mencoba terus bahkan no telp rian pun tidak bisa di hubungi. “ya sudah wi kita ke panti ya” kata nia dan dewi hanya terdiam, tiba tiba “owwwee oweeee” dewi lari ke kamar mandi dan mengeluarkan cairan putih pahit di tenggorokan dan terduduk lemas di lantai “wi kenapa” nia membantu dewi yang hanya terdiam. “wi ngomong dong jangan gini” nia tak dapat menahan tangis nya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD