Keesokan hari nya dewi dan niko menikah dan menjadi saksi rian dan nia serta bram pernikahan yang hanya di hadiri kerabat dewi dan ayah rian pernikahan berlangsung secara sederhana sehingga membuat bayu ayah rian binggung putra seorang Wijaya grup yang sukses menikah amat sangat sederhana sekali. “Bram ini engga hamil duluan kan” kata bayu berbisik ke bram saat menyeruput kopi sambil duduk di lantai rumah dewi “engga kok bay” “terus lidya apa dia tau” bram hanya geleng2 kepala karena pasti istri nya itu apasti tidak setuju.
“niko dan dewi kalian tinggal di rumah papa ya setelah ini” bram memberikan kunci rumah nya “papa mau tinggal di mana” kata dewi saat sudah sampai di depan rumah bram yang pertama kali dewi datangi saat berkenalan dengan bram “ tenang papa 3 pintu kostan sederhana nanti papa tinggal di situ” alasan bram. “tapi papa sering sering main ya “ kata dewi tersenyum dan mengambil kunci rumah dari bram.
Rumah contoh perumahan pun di jadikan hadiah pernikahan untuk anak nya pewaris Wijaya grup, saat memasuki rumah ternyata keadaan rumah sudah berbeda barang barang sudah di sediakan mulai dari kompor,lemari, ranjang dan lain nya sudah lengkap dewi pun terkejut melihat semua nya karena saat datang berkenalan dewi melihat isi rumah hanya sedikit.
“suka engga ny. Niko “ tanya niko yang memandangi wajah dewi yang tersenyum.”suka tapi kapa nisi nya, kan kamu ikut ke bandung” dewi heran “ooo ini isi nya hadiah dari om bayu papa rian, dia sebelum ke bandung isi ini dulu” alasan niko dan itu pun dewi percaya. Sore hari dewi pun memasak untu makan malam dewi yang memiliki sedikit keahlian memasak dan menu sore itu pun sederhana mie goreng,capcay dan ayam goreng mentega.
1 bulan berlalu Dewi beraktifitas seperti biasa pagi hari kuliah dan setelah pulang ia di rumah sambil menunggu niko pulang kerja, suara motor terdengar di depan pintu dewi bergegas keluar menyambut suami nya dengan senyum manis, “haiii cantik laper looh ini ada ketoprak mau engga” tanya niko ke dewi yang sudah tersenyum manis “ketoprak engga ah aku alergi sama kacang nanti kulit aku merah loh” kata dewi sambil membawa bungkusan ke dalam dan menyiapkan untuk niko “maaf ya aku engga tau” niko duduk dan langsung makan. “cantik saya mau kasih ini” niko memberikan surat dan dewi mengambil serta membaca nya “ya uda ambil aja mas” kata dewi semangat,”kamu yakin itu waktu nya 2 tahun loh” kata niko memastikan “kamu kan dapat biaya kuliah S2 di London terima lah untuk Pendidikan 2 tahun itu sebentar kok nanti aku minta kak nia main ke sini” kata dewi sehingga niko tidak terlalu khawatir.
“kamu yakin bisa wi aku khawatir loh” niko mulai terlihat khawatir tapi dewi hanya menepuk Pundak niko menandakan supaya tidak khawatir, “kamu makan dulu ya sayang lalu kita bicarakan lagi” dewi menemani niko makan dengan lahap karena niko suka sekali dengan ketoprak, sesudah makan dan membersihkan diri niko dan dewi duduk di ruang keluarga sambil menonton tv, “yang dapat siapa aya mas” tanya dewi ke niko sambil merebahkan kepala nya di d**a niko, “Cuma aku dan rian karena hanya memang mereka yang akan berangkat ke London untuk memantauproyek di London dan di jepang dan untuk kuliah master itu benar niko harus melanjutkan kuliah nya, sedangkan rian yang akan sibuk memantau langsung ke proyek mereka.