part 10 flash back

800 Words
“Pa terima kasih” kata niko sambil duduk saat masuk ke rumahnya “niko apa dewi tau status kamu dan untung saja papa tadi sedang di rumah bi asih jadi deket ke perumahan yang sedang kita Kelola jadi rumah contoh nya bisa di pakai dulu” kata bram saat sudah pulang ke rumah asli mereka yang luas dan pagar yang tinggi serta halaman luas yang di tanami buah buahan serta sayuran organic. “Belum pa, papa kenapa ke rumah bi asih” tanya niko  “tadi bi asih di telp kata nya menantu nya mau melahirkan jadi pas papa mau keluar jadi sekalian papa anterin cucu bi asih perempuan”. “Niko kamu yakin mau nikah dengan dewi dan mama kan masih di luar negri” tanya bram yang ingin mendengarkan jawaban niko, yakin “pa selama ini dewi yang bisa ngertiin niko, ya engga ian saat rian masuk ke ruang keluarga niko” rian yang tidak tau apa apa tidak menjawab, “om” sapa rian ke bram, “rian kamu tau dewi” tanya bram rian pun melirik ke niko dan menjawab “tau om kekasih hati anak om yang ganteng” kata rian. “Temen kamu ini mau nikah sama dewi” kata bram rian malah merangkul dan Bahagia “selamat bro akhir nya g dapet kakak ipar juga”. “Kalian ini yaaa sudah” kata bram sambil berdiri, “rian papa mu bilang engga pulang jadi kalau mau nginep silahkan besok pagi kita melamar dewi” kata bram. Ayah rian adalah teman seperjuangan bram dan bila bram sibuk dan niko sendirian di rumah rian lah yang menemani begitu pula sebalik nya, sedangkan mama niko selalu bersosialita dan jarang sekali ada di rumah, ibu rian sudah tiada saat melahirkan rian. Jam 7 pagi bram,niko dan rian sudah di depan asrama kampus dewi karena asrama perempuan jadi mereka ber tiga hanya tunggu di depan,walaupun kewenangan masuk 24 jam bagi pemilik kampus tersebut tapi mereka selalu mengikuti peraturan yang berlaku. “wi uda siap belum ini g uda di depan gerbang diliatin pak rahmat terus” sent “hahaha sabar ya lagi turun tangga tau aja g di lantai 3 besok besok g ajuin pake lift dah” sent “pengajuan di proses’ sent   “Maaf ya tunggu lama” kata dewi masuk ke dalam mobil rian dan duduk di kursi penumpang di belakang “dewi tinggal di lantai 3 om jadi agak lama”, dewi menyapa bram dengan senyuman “Besok pengajuan lift di setujui yaaa” kata niko sambil tertawa “Rian kok ikut” kata dewi sambil menlirik rian “Iya lah g ikut emang mau ke bandung pake motor butut inget om bram uda berumur masuk angin repot” kata rian tertawa “Wah rian berani sama om ya nanti engga di traktir makan cuanki loh” bram pun membalas lelucon rian. Selama di mobil mereka bercanda dan rian lah yang selalu menjadi bahan candaan mereka, dewi tau kalau rian sahabat niko karena niko pernah cerita kalau rian teman dari kecil karena ayah mereka bersahabat. Sesampai di rumah dewi mereka di sambut dengan baik nia sebagai wali dari dewi, “saya nia kakak dan wali dari dewi” kata nia memperkenalkan diri, “saya bram Wijaya, selaku ayah dari niko, ini niko dan rian” bram memperkenalkan diri, “kami datang ke sini mau berkenalan lebih dekat dan sebenarnya niko dan dewi sudah menjalin hubungan saya selaku papa nya niko tidak mau terjadi hal yang tidak tidak jadi mau minta ijin menikahkan mereka berdua” bram langsung pada inti permasalahan kenapa mereka datang. “sebentar ya saya mau bicara dengan dewi dulu” kata nia sambil melirik dewi, dan di persilahkan oleh bram sambil tersenyum, “kamu engga hamil kan, umur baru 20 terus usia  niko juga baru 22 uda mau menikah kuliah gimana” tanya nia ke dewi sambil menahan emosi nya, “tenang kak engga hamil kok, saya mau nikah muda karena saat punya anak kan bisa di anggap kakak nya karena tidak jauh beda umur nya, dan kuliah dewi tetap lanjut kok, niko juga sudah lulus kuliah sekarang kerja ” dewi meyakinkan nia dengan mata yang penuh harap.”baik lah kalau ini sudah keputusan kalian” kata nia sambil berjalan ke ruang tamu. “maaf menunggu, saya menyetujui pernikahan ini tapi untuk kuliah bagaimana” nia sedikit khawatir karena baru semester 5 ganjil saat ini “untuk kuliah kakak engga usa khawatir saya akan tetap dewi kuliah seperti biasa nya” jawab niko “satu lagi untuk tempat tinggal bagaimana kan dewi tinggal di asrama” nia bertanya lagi ke niko “untuk tempat tinggal saya akan menjamin dewi aman dan nyaman tinggal di rumah kami” bram langsung menjawab dan di ancungi jempol oleh rian.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD