part 9 Flash back

597 Words
“Dewi mau kan jadi kesayangan ku selama nya” tanya lelaki di samping nya sambil meminum air kelapa, dewi hanya melihat dan tersenyum “kalau ngomong itu lihat yang di ajak ngomong jangan lihat ke atas” kata dewi sambil mencubit pinggang lelaki tersebut, “kan biar yang di Atas tau loh kalau aku tulus” lelaki itu melihat dewi yang sudah memerah muka nya, “tapi kan kita masih kuliah”, “aku mau menikah muda loh jadi kalau punya anak saat mereka dewasa bisa berteman dengan mereka sehingga mereka bisa bercerita nyaman dengan kita”. Jawab niko dan tatapan niko tetap ke langit biru tanpa melihat dewi yang sedang memperhatikan nya. “Kenalkan aku ke orang tua mu” dewi menjawab singkat, niko pun tersenyum sambil mengelus rambut Panjang dewi “ayooo kita ketemu orang tua ku” kata niko sambil mengajak dewi berdiri dan menaiki motor tua nya dewi hanya benggong “gila yaaaa ini cowo engga bisa di ajak becanda tah sekali bilang dan hari itu juga harus iya”   dalam hati dewi bicara dan hanya mengikuti Langkah kaki niko. niko pun mengajak dewi ke sebuah perumahan dan berhenti di depan rumah yang tidak terlalu besar dan saat membunyikan klakson seorang lelaki setengah abad keluar dan tersenyum sambil memeluk “niko tumben pulang masih inget yaaa sama papa” kata lelaki tersebut sambil melirik dewi yang mengikuti niko di belakang “siapa ini” melirik niko “bisa kenal sama perempuan juga atau jangan jangan kalian sudah berbuat yang tidak tidak ya” kata laki laki itu sambil menonjok perut niko dewi pun terkejut dan langsung bicara “tidak pak niko tidak berbuat aneh kok saya hanya mau berkenalan” kata dewi sambil membantu niko berdiri, niko hanya melirik laki laki itu dan tersenyum. “Kalau niko macam macam bilang saya ya jangan ragu biar nanti niko saya buat jadi pepes” kata laki laki itu sambil mempersilahkan masuk ke dalam rumah dan mempersilahkan dewi duduk, “saya dewi aurora pak teman niko” sambil menyodorkan tangan kanan nya ke lelaki tersebut, “saya bram Wijaya ayah niko, niko ini orang nya pendiam apa kamu bisa tahan sama dia” tanya bram ke dewi sambil melirik niko dewi hanya terdiam tersenyum, bram lebih banyak bicara dari niko bahkan bram bisa membuat niko tersenyum dengan lelucon nya. “Pa niko mau minta ijin mau nikahin dewi” tiba tiba niko berbicara dan dewi hanya tertunduk dan muka nya mulai memerah, bram terdiam lalu “dewi yakin mau sama niko, niko tidak punya rumah hanya motor tua itu yang ia punya,kalau rumah ini masih punya bapak blm bisa di warisin” kata bram sambil melirik dewi, “kalau dewi yakin pak asal niko mau berusaha dan juga bisa sabar kalau dewi orang nya keras kepala, untuk rumah dewi bisa kemana aja asal niko ada dan bisa bertanggung jawab” kata dewi niko pun memegang tangan dewi. “Oke bapak setuju kapan ke rumah dewi sekarang yuuuk sekalian kenalan sama besan” kata bram sambil berdiri dan mengenakan jaket nya. Dewi terdiam melihat kelakuan bram dan niko yang sama sama aneh di mata dewi, “pak rumah dewi di bandung masa mau naik motor ini uda jam 3 sore loh” kata dewi “oooo di bandung kalau gitu besok pagi ya kita pergi nya bapak sama niko jemput dewi yaaa bilang orang rumah dewi jangan sediain makanan karena niko sedang diet”  dewi pun tertawa niko hanya tersenyum melihat kelakuan papa nya. Niko pun pamit untuk mengantarkan dewi pulang ke asrama nya.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD