What should I do? batin Evan. Ia tetap menatap cermin di depannya, gejolak jiwanya mulai mengganggunya seolah saling bersautan untuk berebut mencari jawaban atas pertanyaan batinnya. Iapun lantas mengeyahkan pikiran konyolnya dan melangkahkan kakinya meninggalkan toilet itu. Beberapa langkah dari toilet pria itu ia dikejutkan oleh sosok perempuan di depannya. "Franda, kenapa kamu kemari? Mey??" "Masih saja kamu memikirkan dia? Hah! Kamu berbohong padaku? Kamu bilang kamu sudah menyudahi hubunganmu dengan dia, tapi nyatanya apa? Kamu masih berhubungan baik dengannya bukan? Kamu—" ucap Franda yang kini tengah melayangkan tangannya untuk laki-laki di depannya. Namun tangan itu berhasil ditangkap oleh Evan. Ia sudah muak dengan tingkah laku Franda yang seolah mengintimidasinya untuk menja

