82. Pilihan

1337 Words

Ayu tidak pernah lupa dengan perkataan Wahyu beberapa bulan lalu. Ketika Wahyu mengatakan itu, mereka sedang bersama. Ayu sendiri tidak tahu kenapa Friska berani mengatakan perkataan kasar seperti itu padanya. Ayu tidak menimpali ucapan Friska walau hanya sepatah kata. Ayu memilih berjalan melewatinya. Friska kesal, dia langsung menarik lengan Ayu lalu menampar pipinya. Ayu jatuh tersungkur setelah ditampar. Dia meraba pipi kirinya yang panas, bibirnya pecah dan berdarah. Pelayan di kediaman kebetulan melihat karena Ayu belum menutup pintu ruangan utama. “Astaga, Neng Ayuuuuu!” Serunya seraya membantu Ayu berdiri. Melihat pelayan membantu Ayu, Friska langsung memutar badan dan pergi meninggalkan kediaman Wahyu. “Aku nggak apa-apa Bi, Bibi lanjut kerja saja.” Ujarnya sambil tersenyu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD