97. Basah

1086 Words

“Minggir kamu! Jangan ngalangin jalan!” Bentak Anggara pada Wahyu. “Berani masuk ke dalam, aku laporkan kamu ke polisi.” Tantang Wahyu sambil berjalan mundur. Dengan santai memberikan ruang dan jalan pada Anggara Lesmana. Langkah kaki Anggara mau tidak mau tertahan di ambang pintu. Mana mungkin dia mau berurusan dengan polisi. Bagi Anggara karirnya lebih penting dibandingkan yang lainnya. Ayu dari dapur samar-samar mendengar teriakan Anggara. Dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, yang pasti dari suaranya mereka sedang bertengkar saat ini. Ayu tidak mau ambil pusing. Pikirnya jika dia ikut campur maka akan memperkeruh keadaan antara Wahyu dan Anggara. Setelah cukup lama, Ayu mendengar suara langkah kaki menuju ke dapur. Wahyu tersenyum sambil menyulut api pada rokoknya. Wahyu menatap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD