Author POV Keesokan harinya Eshan pergi ke rumah ibunya. Tok… tok… “Assalamu’alaikum.” “Wa’alaikum salam. Sebentar.” Tak lama kemudian seseorang membukakan pintu rumah. “Assalamu’alaikum bu.” Eshan mencium tangan ibunya. “Wa’alaikum salam. Kenapa kamu kesini.” “Bagaimana kabar ibu? Eshan sangat merindukan ibu.” “Kabar ibu tidak baik-baik saja.” “Loh ada apa bu? Apa ibu sakit? Sakit apa bu? Apa sudah periksa ke dokter?” “Masuklah dulu!” Mereka pun masuk dan duduk di sofa ruang tamu. “Ibu sakit apa bu? Mau Eshan antar ke dokter.” “Tidak perlu. Sakit ini tidak akan bisa disembuhkan oleh dokter. Rasa sakit ini akan sembuh jika kau bisa membawa menantu ibu kembali.” Eshan pun tercengang. Kini ia mengerti apa yang dimaksud oleh ibunya. “Maafkan Eshan bu.” Eshan langsung berlutut

