11. Kepura-puraan

1308 Words

Setelah selesai mengajar, aku meemutuskan untuk segera pulang. Karena hari pun sudah semakin sore. “Haduh… pengantin baru satu ini. Buru-buru banget mau pulang?” Goda teman dosenku. “Ya iyalah. Namanya juga pengantin baru. Kayak kamu nggak pernah ngerasain.” Goda temanku yang lain. Aku hanya membalasnya dengan senyuman. “Aku pulang dulu yang semuanya.” “Iya pak Eshan. Hati-hati di jalan.” Saat ini aku sedang perjalanan pulang ke rumah. Saat aku melihat ada penjual martabak telur di pinggir jalan, aku pun berhenti. Aku ingin membelikan martabak telur kepada Aqila. Kata Bella, Aqila sangat menyukai makanan itu. Akhirnya aku pun sampai rumah. Kuketuk pintu rumah dan tak lupa mengucapkan salam. Tak butuh waktu lama, pintu pun terbuka. Dan aku disambut dengan senyuman Aqila. Ia bersalam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD