Rencana Nia

1301 Words

Nia menyembulkan kepalanya dari balik pintu kamar, pandangannya mengedar mencari sosok Aliya. Sepenglihatannya anak itu tidak ada di dalam kamar, namun ia sangat yakin bahwa tadi Aliya memang pergi ke kamarnya. Terdengar suara air dari kamar mandi, ah ternyata ia ada di kamar mandi. Nia melanjutkan langkahnya memasuki kamar Aliya dan memilih untuk duduk di sofa menunggu anak itu keluar. Sebenarnya Nia bingung mengapa ia masih harus masuk kerja disaat Aliya sedang libur seperti ini. Bukankah harusnya jadwal bekerjanya mengikuti jadwal sekolah Aliya? Bukan apa-apa, Nia hanya tidak tahu saja apa lagi yang harus ia kerjakan. Sedangkan saat Aliya sedang sekolah saja tidak begitu banyak yang bisa ia kerjakan, apalagi disaat anak itu sedang libur seperti ini. Nia rasa sepertinya Evan hanya membu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD