“Aku juga ingin ke Padang,” ucap Siska mantap. “Apa kau yakin?” “Tidak ada pilihan lain. Tapi aku hanya punya uang dua juta. Apa kamu bisa meminjamkanku uang , Ria? Karena di Padang nanti, aku harus mencari kontrakan, alas tidur dan peralatan masak sederhana.” “Mengapa harus begitu? Mengapa tidak pulang ke rumah Ibu da ayah?” Ria tampak kebingungan. “Mereka berdua sudah mengusirku tadi, dan ayah juga mengatakan tidak boleh lagi menemui mereka.” Siska tidak sangup lagi menahan lahar dingin yang sudah meledak dari ke dua matanya. “Bisa saja mereka mengatakannya karena mereka emosi. Ibu dan ayah tidak mungkin setega itu.” Ria berusaha meyakinkan sahabatnya. Siska menatap tajam ke arah Ria “Tidak Ria, aku tidak akan menemui mereka sebelum—.” Siska menghentikan ucapannya. “Sebelum apa?”

