🚫 17 🚫

707 Words
"Langsung tidur ya, Dek," ucap Dhara sambil menatap kedua adiknya yang berjalan keluar dari dapur. "Iya, Kak," suara Luna menyahuti. Selepas kepergian mereka, aku dan Dhara kembali berdua di dapur. Ibu sudah lebih dahulu masuk kamar karena dia tidak boleh tidur terlalu malam. "Kamu belum makan? Kalau mau makan Mas, makan dulu." Dhara yang sedang membersihkan meja makan langsung menatapku dengan tatapan bingungnya. "Apaan sih maksudnya? Aku tadi udah makan ikan Mas." Aku meruntuki diri dalam hati, aku salah persepsi ternyata. Habisnya kata-katanya terdengar ambigu dan juga tadi kata 'Ikan' tidak terdengar jelas di telingaku. Tidak mau membahas itu lagi, aku memilih membantu Dhara untuk mencuci piring bersama. Piring yang digunakan hanya tiga, sehingga tidak memerlukan waktu yang banyak untuk mencucinya. "Ayo, ke kamar," ucap Dhara sambil mengelap tangannya. Dia lebih dahulu menaiki tangga dan aku mengikutinya dari belakang. Sesampainya di kamar, seperti biasa aku menunggunya memakai segala rentetan skincare setelah itu menggeser tubuhku mempersilahkan agar dia naik ke atas ranjang. "Saya mau bicara," ucapku dengan nada serius. Dhara membesarkan temperatur AC di kamar ini setelah itu mengangguk. "Mau bicara apa?" tanyanya sambil menatap lurus ke arahku. "Begini," aku mengatur posisi tubuhku agae lebih tegap, "kamu tahu kan kalau saya mencintai profesi saya sebagai dosen?" tanyaku yang langsung mendapat respons anggukkan kepala dari Dhara. "Saya begitu mencintai profesi ini, Dhara." "Iya, Mas." "Kamu juga tahu kan kalau saya mengurus perusahaan itu hanya karena sebuah bentuk tanggung jawab?" Dhara kembali mengangguk. "Mas udah pernah cerita." "Iya," aku tersenyum kecil lalu memandangnya dengan tatapan berbinar, "tadi Pak Halfan memintaku untuk menyalonkan diri sebagai Kaprodi." "Pak Halfan siapa?" tanya Dhara. Aku lupa menjelaskan. "Pak Halfan itu dia Kaprodi saat ini." "Oh. Terus?" "Ya seperti yang sudah saya bilang. Dia meminta saya untuk menyalonkan diri sebagai penggantinya," aku menatapnya dengan wajah penuh harap, "kamu mengizinkan tidak?" "Oh aku?" Dia menunjuk ke arah dirinya. "Iya. Perizinanmu juga bagian dari pertimbangan saya." "Sebelum aku mengizinkan atau menolaknya, aku mau memberikan beberapa pertanyaan buat Mas Aarav. Boleh?" "Boleh." Dia mengikat rambut dengan membuat konde di atasnya. Mungkin agar rambut panjang itu tidak menganggunya. "Kalau Mas ambil jabatan ini, urusan kantor dan juga mengajar bisa jalan dengan baik? Maksudku enggak ada yang keteteran gitu." "Iya, masalah kantor bisa saya handle. Semenjak kita menikah, saya dibantu oleh beberapa sekertaris kepercayaan saya Dhara. Mereka hanya memberikan saya dokumen untuk dipelajari setelah itu mereka yang mengurusi realisasinya." "Jadi kalau Mas ambil jabatan ini, urusan kantor enggak terabaikan ya?" "Enggak. Saya bisa jamin itu." Dhara mengangguk-angguk pelan. "Mengajar di kelas?" "Bisa. Kalau saya terpilih jadi Kaprodi, pihak kampus pastinya memperkecil jumlah kelas yang saya sambil," jawabku cepat. Karena setahuku peraturannya seperti itu. "Mas mau nggak ngambil jabatan ini? Merasa keberatan tidak?" tanyanya lagi. Aku terdiam lalu menggeleng. "Saya menginginkan jabatan ini dari beberapa tahun yang lalu." "Yaudah, ambil," ucapnya cepat. Aku terpaku beberapa saat, dia cepat sekali membuat keputusan, "kalau Mas bisa menjalankan kewajiban Mas dengan baik dan juga Mas benar-benar menginginkan jabatan ini. Aku sebagai istri tentunya mendukung. Enggak mungkin aku mempersempit ruang untuk Mas berkarir." Dia dewasa sekali. Aku takjub dengan pemikirannya. "Kamu yakin?" "Kok tanya aku," dia terkekeh pelan, "harusnya tanya ke diri Mas sendiri. Mas yakin gak?" "Yakin." "Yaudah, calonkan diri." Aku merengkuh tubuhnya agar jatuh ke dalam pelukanku lalu mencium keningnya lama. "Terima kasih ya, Sayang." Cerita ini sudah tersedia versi lengkap, untuk kalian yang mau baca duluan, dapat diakses di k********a. Di k********a kalian bisa mendapatkan 1. Ebook Lengkap (59 part) 2. Bagian Tambahan Ekslusif di karyakarsa Sudut Pandang Aarav (10 part) Sudut Pandang Dhara (3 part) Sudut Pandang Fajar (1 Part) Sudut Pandang Penulis (3 Part) Hanya dengan Rp44.000 kalian bisa akses semua partnya. Cara belinya: 1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi. 2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ Mr. Scary and Our Journey _ TheDarkNight_) 4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih. Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank. 5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR). 6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD