Ditengah perjalanan, rasa mualku mendadak datang kembali. Aku yang berada di dalam mobil langsung meminta Mas Aarav untuk menepi sebentar. Menghiraukan rasa malu, aku memuntahkan isi perutku tepat di pinggir jalan. Keadaan ini benar-benar darurat dan aku tidak menemukan toilet di sekitar sini.
"Keluarin semua. Biar lega," ucap Mas Aarav yang setia memijat tengkukku sedari tadi, "sudah?" tanyanya yang langsung aku respons dengan anggukan kepala.
Dia membimbingku untuk masuk ke dalam mobil lalu dia mengambil tissue dan mengelap mulutku. "Mau minum?" Aku mengangguk lantas dia mengeluarkan sebotol air mineral dari tasnya.
Aku meminum air itu lalu menyandarkan tubuhku yang terasa benar-benar lemas. Mas Aarav memutari mobil lalu dia kembali duduk di kursi kemudi. "Kita ke rumah sakit ya?"
"Aku gapapa, Mas. Masuk angin doang paling."
"Kita ke rumah sakit," keputusannya. Aku hanya terdiam, tidak ingin menyanggah karena bagaimana pun juga, keputusannya tidak bisa aku gagalkan.
Sesampainya di rumah sakit, Mas Aarav terus mendampingiku sampai masuk ke ruangan dokter. "Setelah ini ke dokter kandungan ya," ucap Dokter itu yang sontak membuat kedua mata kami membulat, "dari tanda-tandanya sepertinya Bu Dhara tengah hamil muda," lanjutnya.
Aku terdiam, tidak bergeming.
"Terima kasih ya, Dok," ucap Mas Aarav setelah itu melingkarkan tangannya di pinggangku dan menuntunku untuk masuk ke dalam ruangan dokter kandungan dan benar saja yang telah dikatakan dokter tadi. Aku hamil.
Aku hamil dengan usia kandungan seminggu.
Aku masih benar-benar shock. Rasanya masih belum percaya kami akan dikaruniai anak secepat ini. Aku terdiam, Mas Aarav pun demikian. Sepertinya dia merasakan hal yang sama denganku.
"Sebelum kita menikah, kamu ngecek kehamilan kamu dulu kan?" tanyanya setelah hampir setengah jam kami saling terdiam di dalam mobil.
Aku mengangguk sambil melirik ke arahnya. "Apa hasilnya?" tanyanya datar.
"Negatif," jawabku dan detik itu juga Mas Aarav mengembuskan napas panjangnya.
Aku tersinggung. Jadi dia sedari tadi terdiam karena meragukan ini anaknya. Padahal tadi jelas-jelas dokter mengatakan usia kandunganku seminggu yang berarti sudah jelas ini anaknya. Kalau memang ini anak Fajar, pasti usianya sudah lebih dari sebulan dan kemungkinan perutku sudah terlihat sedikit membesar.
"Ini anak, Mas. Enggak perlu diragukan," ucapku sinis.
Dia melirikku langsung dengan tatapan tajamnya. "Saya cuma tanya. Memastikan saja."
Aku mengubah posisi dudukku sehingga lebih berhadapan dengannya. "Tapi pertanyaannya Mas Aarav menyinggung aku. Tadi enggak dengar, kalau usia kandunganku seminggu dan kita sudah menikah hampir satu bulan."
Dia mendengus kesal. "Saya cuma memastikan, Dhara." Aku membuang pandanganku keluar jendela. Malas rasanya memadang wajah menyebalkan itu. Tanganku bergerak mengusap perutku dan entah kenapa tiba-tiba air mata membanjiri pelupukku.
"Dhara," panggil pria di sebelahku. Aku mengigit bibirku berusaha meredam isak tangisku yang kian lama kian terdengar.
Dia meminggirkan mobilnya lantas menarikku agar masuk ke dalam pelukannya. "Maaf ya," tangannya bergerak mengelus rambutku dengan lembut.
"Mas Aarav jahat banget, masa anak sendiri diragukan," ucapku diselingi dengan isakan.
Kenapa aku jadi se-sensitif ini.
"Iya, iya. Itu anak saya."
Aku memandangnya dengan mata yang masih berkaca-kaca. "Jangan nanya-nanya begitu lagi. Aku tersinggung."
"Iya, enggak." Dia kembali mengeratkan pelukannya lalu beberapa saat kemudian dia kembali menjalankan mobilnya menuju kampus.
Saat kami sudah memasuki area kampus, sebelah tangan Mas Aarav menggengam tanganku lantas menciumnya dengan lembut. "Apapun yang terjadi, jangan pernah tinggalkan saya ya."
Aku yang kemarin begitu takut ditinggalkannya, tetapi saat ini dia memintaku hal serupa. Kami dua orang yang benar-benar takut kehilangan.
Cerita ini sudah tersedia versi lengkap, untuk kalian yang mau baca duluan, dapat diakses di k********a.
Di k********a kalian bisa mendapatkan
1. Ebook Lengkap (59 part)
2. Bagian Tambahan Ekslusif di karyakarsa
Sudut Pandang Aarav (10 part)
Sudut Pandang Dhara (3 part)
Sudut Pandang Fajar (1 Part)
Sudut Pandang Penulis (3 Part)
Hanya dengan Rp44.000 kalian bisa akses semua partnya.
Cara belinya:
1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi.
2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ Mr. Scary and Our Journey _ TheDarkNight_)
4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih.
Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank.
5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR).
6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".