⚠️ 27 ⚠️

702 Words
Aku terbangun dari tidurku lalu menyapu ke berbagai sudut ruangan ini, mencari-cari keberadaan Mas Aarav yang tadi meninggalkanku karena ada pertemuan dengan para dosen lainnya. Rupanya, dia masih belum selesai. Aku menegakan tubuhku lantas mencari-cari ponsel. Saat aku menyalahkan layarnya, pesan singkat dari Pak Aarav langsung masuk ke pemberitahuanku. Suamik Masih mau makan sate ayam? Suamik Kalau iya, sehabis pertemuan ini saya belikan Tanganku bergerak menbalas pesannya cepat. Anda Mau! Anda Tapi maunya makan berdua di tempatnya langsung Tidak lama kemudian, muncul notifikasi panggilan dari Mas Aarav. Tanpa pikir panjang aku langsung mengangkatnya. "Assalamualaikum." "Waalaikumsalam." "Udah bangun? Masih mual nggak?" Aku mengambil bantal sofa lalu meletakannya tepat di belakangku. "Enggak. Udah mendingan, cuma aku lapar Mas." "Sabar ya. Saya baru keluar dari ruangan pertemuan. Saya lagi jalan ke ruangan." "Ruangan mana?" "Ruangan yang ada kamunya." Oh, ruangan dia, tapi kenapa bahasanya begitu banget sih. "Saya sudah hampir sampai. Saya tutup ya." "Iya," ucapku bersamaan dengan suara pintu yang terbuka. Dia masuk, meletakan tas laptopnya di meja lalu berjalan mendekatiku. "Ayo, makan," dia menarik tanganku pelan, tetapi aku langsung menggeleng, "katanya mau makan ditempat," lanjutnya. Aku menarik tangannya menyuruhnya untuk duduk di sebelahku. "Enggak jadi. Aku mendadak pusing, mau di sini aja. Istirahat. Delivery aja, Mas." "Sebentar." Pria itu mengambil ponselnya lalu beberapa saat kemudian kembali meletakannya di meja, "sudah saya pesan." Aku tersenyum lalu memangkas jarak diantara kami. Mas Aarav melingkarkan tangannya merengkuh pinggangku lebih dekat. "Proyek perluasan lahan kamu, sudah sampai mana?" tanyanya. Aku berpikir sebentar. Semua konsepnya sudah selesai, saat ini tinggal realisasinya saja. "Mungkin realisasinya tujuh puluh persen lagi," ucapku yang direspons anggukan kepala darinya. "Realisasinya perlu ada komando dari kamu?" "Enggak. Semuanya udah ada dikonsep. Aku kesana cuma ngecek doang paling." Pria itu mengangguk lagi. Sebelah tangannya dia gunakan untuk merapikan rambutku yang berantakan. "Kamu kalau ke perkebunan, seminggu sekali aja ya? Saya antar. Jadwal saja renggang di hari Kamis. Setiap Kamis kita ke sana, bagaimana?" Aku mengerutkan kening. Aku mulai mencari tahu makna dari tawarannya ini. Sepertinya dia enggak mau aku dekat-dekat dengan Fajar, makanya dia ingin selalu menemaniku dan tidak mengizinkan apabila aku pergi sendiri. Tiba-tiba tangannya bergerak mengelus perutku. "Kamu masih hamil muda, saya takut kamu kenapa-kenapa," lanjutnya. Oh, karena anak. "Karena Mas takut aku dekat-dekat sama Fajar juga?" tanyaku dengan nada sinis. Pria itu seketika melebarkan jarak kami lalu menatapku dengan datar, "Mas enggak perlu risau. Aku bisa profesional. Lagi juga itu masa lalu. Aku enggak punya perasaan apa-apa sama dia. Kalau ada, kenapa aku enggak nerima lamaran dia aja." Pria itu berkedip beberapa kali. Saat dia ingin berbicara, tiba-tiba ponselnya bunyi. "Saya ambil makanan dulu," ucapnya lalu keluar dari ruangan ini meninggalkanku sendirian. Aku menarik napas lalu mengembuskannya perlahan-lahan. Suara pintu terdengar, aku yang baru saja memegang ponselku langsung menatap ke arah sumber suara. Aku kira Mas Aarav yang masuk, tetapi ternyata seorang anak kecil. Dia menatapku lalu mendekat ke arahku. "Aunty, Kakak Lisa enggak kesini ya?" tanya anak laki-laki itu. Aku mengerutkan kening. Lisa? Aku enggak pernah dengar nama itu. "Enggak ada yang namanya Lisa di sini," ucapku sambil tersenyum ramah. "Ada. Kemarin Kakak Lisa di sini. Main sama aku," ucapnya bersikeras. "Mungkin salah ruangan. Coba ke ruangan sebelah." Tanpa menjawab, anak laki-laki itu pergi dari ruangan ini. Dasar bocah. Bikin orang bingung aja. Cerita ini sudah tersedia versi lengkap, untuk kalian yang mau baca duluan, dapat diakses di k********a. Di k********a kalian bisa mendapatkan 1. Ebook Lengkap (59 part) 2. Bagian Tambahan Ekslusif di karyakarsa Sudut Pandang Aarav (10 part) Sudut Pandang Dhara (3 part) Sudut Pandang Fajar (1 Part) Sudut Pandang Penulis (3 Part) Hanya dengan Rp44.000 kalian bisa akses semua partnya. Cara belinya: 1. Masuk ke aplikasi k********a bisa melalui web atau aplikasi. 2. Cari nama kreator (TheDarkNight_) dan cari judul karya (Full _ Ebook _ Mr. Scary and Our Journey _ TheDarkNight_) 4. Ubah harga jika kamu ingin memberi apresiasi lebih. Pilih metode pembayaran: GoPay, OVO, s****e Pay, Indomart, Alfamart, atau transfer bank. 5. Ikuti petunjuk pembayaran (lihat bagian-bagian yang menerangkan pembayaran dengan Gopay, OVO, Virtual Account BNI, dan Pembayaran QR). 6. Kembali ke laman k********a dan ke karya tadi. Pastikan kamu sudah login, ya. Kalau transaksi sudah berhasil, Karya yang sebelumnya bertuliskan "terkunci" akan ganti jadi "terbuka".
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD