Sebuah Akhir Kehidupan

851 Words

Setelah menempuh hampir 10 menit perjalanan, akhirnya mobil Kareem telah tiba di Kediaman Azam. Mereka turun satu persatu dan berdiri di pekarangan rumah. Dihadiri berbagai warga yang telah memenuhi Kediaman Duka. Sayup suara lantunan ayat suci Al-Qur'an juga mulai terdengar oleh telinga. Fatimah berjalan memimpin pindah rumah, yang lainnya membuntutinya dari belakang. Tiba di ambang pintu, mereka disambut hangat oleh Azam. Lelaki itu tidak lupa untuk menunjukkan wajah sedih yang dibuat-buatnya serta buaian air mata palsu. "Umi Fatimah, mari masuk." "Kami sekeluarga turut berduka atas kepergian Safira. Semoga almarhumah diberi ketenangan di alam sana," ucap Fatimah pada Azam. Ibrahim mengelus pundak Azam, memasang raut wajah mengiba. "Bagaimana semua ini bisa terjadi?" tanyanya dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD