Prolog
Perempuan berusia sekitar 17 tahun yang menduduki sekolah menengah atas di salah satu sekolah di daerah yang bernama kota Pekalongan, daerah yang terpencil dan juga penduduknya tidak begitu banyak seperti di Jakarta dan kota-kota besar lainnya. Dia memiliki Impian yang ingin menjadi seorang pelukis terkenal dan ingin sekali karya dirinya dikenal serta diakui oleh orang lain dan masyarakat di seluruh dunia bahwa ia bisa meskipun hidupnya tidak dari keluarga kaya. hidup yang sederhana serta banyak kebutuhan yang tak terpenuhi sepenuhnya namun bisa makan dan minum setiap hari pun dia sudah bersyukur sekali.
para tetangga selalu mengejek dan bahkan ada sampai yang menerornya, entah apa kesalahan yang pernah ia lakukan sampai para warga melabrak perempuan itu dan mengatakan yang tidak-tidak, padahal itu bukanlah kesalahan dirinya maupun adik dia.
Adik perempuan itu merupakan anak istimewa, kalian pasti tahu apa yang dimaksud anak istimewa bukan.emamg benar, adiknya itu sangatlah istimewa sekali. di balik keistimewaan nya itu bahkan para warga atau tetangga setempat melapor bahwa adiknya itu sangatlah nakal dan suka memukuli para anak mereka, padahal anak mereka lah yang berbuat jahat dan memulainya lebih dulu, bukankah itu tidak adil?
"Adik mu dikasih tahu, gara-gara adik kamu anak saya jadi luka seperti ini." Lapor nya kepada gadis itu, sebut saja namanya Renata.
"Ini bukan salah adik saya, namun anak anda sendiri yang memulainya terlebih dahulu. jika anak anda yang tidak mulai terlebih dahulu maka adik saya tidak membalasnya, maka salahkan anak anda sendiri dan didiklah dengan benar." Kata Nata dengan bijak dan membela diri.
"Apakah kau tidak melihatnya sendiri, anak saya terluka itu akibat adik kamu! pokonya saya mau kamu bertanggungjawab atas kesalahan adik kamu itu." Ibu dari anak yang dilukai oleh adiknya itu meminta keadilan.
"Anda tanyakan sendiri kepada anak anda, apakah benar bahwa adik saya memang bersalah atau tidak. coba anda lihat dan perhatikan baik-baik, adik saya memiliki kekurangan, dan apakah anda tahu bahwa adik saya tidak mungkin melukai anak anda seperti ini. apakah anak seperti adik saya bisa melukai anak anda? pikirkan baik-baik di otak anda."
"Kami tahu bahwa kami ini miskin, namun jika anda berani menghina keluarga saya apalagi berhubungan dengan orang tua saya maka anda akan saya bawa ke pihak berwajib bahwa anda telah mencemarkan nama baik saya dan keluarga saya." Kata Gadis itu lalu menyuruh adiknya masuk ke dalam rumah dan meninggalkan tetangga nya di luar.
"cobaan apa lagi ini Tuhan, kapan masalah ini selesai. saya hanya ingin hidup damai tanpa ada masalah, apakah anda ingin mengabulkan doa hamba mu
ini." Batin gadis itu memohon kepada Tuhan agar masalahnya cepat selesai dan hidup damai.
Ia tahu bahwa mereka itu keluarga yang tidak kaya, dan tidak berlimpah harta dan kekayaan. namun dia tetap bersyukur atas apa yang ia punya saat ini, meskipun yah banyak kurangnya juga sepeti kebutuhan membeli lks, lalu Bayat uang gedung, dan juga lainnya pun terkadang tidak cukup. Asalkan bersabar maka Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik bagi kaumnya yang banyak bersabar dan kerja keras.
Ingatlah kita sebagai umat manusia terkadang memiliki kesalahan dan juga melakukan perbuatan dosa, jadi manusia bukannya makhluk yang sempurna di matanya, tetapi juga manusia memiliki hawa nafsu yang kuat dan terkadang sering kali melakukan kesalahan.
Tapi jika kita rajin beribadah dan selalu senantiasa berjaga-jaga maka Tuhan pasti akan melindungi para umatnya yang patuh dan taat perintah nya dan selalu memberi perlindungan kepada kita sebagai makhluk ciptaan nya.