Brooke POV - 1

1101 Words

Dua puluh satu. Tidak kuliah. Dan masih tinggal dengan orang tua. Aku jelas seseorang yang gagal menjadi orang dewasa. Hari ini seperti biasa aku harus mengantar jemput adik tiriku dari sekolah. Memarkirkan sedan tua milik ayahku bersama dengan jajaran mobil lainnya di trotoar. Anak-anak tanggung dengan tas ransel berbagai itu uterus keluar dari dalam gedung. Ada bus kuning terparkir dua mobil di depanku sekarang meninggalkan trotoar bersama dengan penumpang ciliknya yang tidak mau diam. Dad harus bekerja membangun sebuah gedung pencakar langit baru di tengah New York sana. Sedangkan kami ditinggal di kota lain ini. Ibu Celin sudah pergi entah ke mana bertahun-tahun lalu. Aku tidak ingat lagi kapan tepatnya Tapi aku tidak pernah menyesali kepergiannya sehebat menyesali kenapa ia tidak m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD