Setelah percakapan terakhirku dengan Dad itu adalah kontak terakhir kami dengan orang hidup yang lain. Sehari setelahnya kami mendengar langkah terseret dan geraman halus di koridor apartemen kami. Celin malah berteriak kaget sangat keras. Memuat pintu kami sempat digedor oleh makhluk itu dari luar. Dengan sigap aku membekap mulutnya hingga gedoran itu berhenti dan makhluk itu melangkah pergi meninggalkan kami. “Ayo kita pergi dari sini!” Celin kecil dengan raut jahatnya yang biasa. “Dad bilang kita harus menunggu hingga berita tentang lokasi penampungan datang baru bergerak!” “Tapi makanan?” Aku memutar bola mata. Listrik sudah mati sejak sehari yang lalu membuat kami memasak hampir semua makanan yang cepat rusak. Celin makan dengan lahap tanpa pikir panjang sebelum ia menyadari jika

