Brooke POV - 3

1055 Words

Kami putuskan untuk berangkat pagi-pagi buta keesokan harinya. Selama Celin mengumpulkan barang-barangnya (yang tidak mau aku bantu sama sekali) aku kembali menghidupkan ponselku. Berharap entah bagaimana sinyal muncul dan sebuah pesan dari Dad datang… Dan benar saja. “Baguslah! Kau pasti mematikan ponselmu. Aku mendengar tentang New Jersey dan berharap kau juga mendengarnya. Kita bertemu di sana, oke? Sampaikan salam sayangku pada Celin!” Pesan yang memang butuh aku dengar. Tapi rasanya pikiran Dad masih selalu tertuju pada Celin. Sekali ketika Dad sudah lelah dengan pertengkaranku yang tidak masuk akal dengan bocah itu. Ia mendudukkanku di ruang tengah apartemen ini dan berkata, “Kau harus lebih lunak padanya, Brooke.” “Tidak. Aku sudah mentolerirnya lebih dari cukup! Iblis kecil si

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD