Dua Puluh Enam : Bukan Mimpi

1468 Words

Zia terbangun dari tidurnya, sedikit terkejut dengan pemandangan pertama yang ia lihat setelah membuka kelopak matanya. Kenzo. Lelaki itu kini masih terlelap, wajahnya begitu damai ketika tidur. "Astaga, sepertinya aku masih bermimpi, namun kenapa di mimpiku masih ada lelaki ini?" batinnya masih tetap memandangi wajah Kenzo. Zia memberanikan diri, tangannya terulur untuk menyentuh rahang Kenzo, membelainya pelan, takut lelaki di depannya itu terbangun. Ia pandangi lekat wajah Kenzo yang terlihat damai, seolah ia tertarik ke dalam pesona Kenzo yang memikat. Ketika masih asik memandangi wajah Kenzo yang terlelap, kedua kelopak mata lelaki itu terbuka. Membuat Zia terkejut. Ia tarik tangannya dari wajah Kenzo, namun lelaki itu mencekal tangan Zia, meletakkan tangan si gadis kembali ke ra

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD