Dua Puluh Lima : Gagal

1481 Words

Dengan berani, Zia menjawab. "Ya, Lord Kenzo." Zia menegakkan badan dan berjalan ke sisi tempat tidur. Kenzo tidak mengatakan apapun ketika Zia bangkit dari kursi, dalam gelap gadis itu dapat melihat senyum Kenzo melebar, kilatan kepuasan tampak di matanya yang cerah. Lelaki itu dapat melihat seberkas kegugupan yang dirasakan oleh Zia, sedikit getaran yang gadis itu kira berhasil ia sembunyikan dengan baik. Kenzo bangkit ketika Zia mendekat, gadis itu mulai merangkak naik ke tempat tidur, mengabaikan rasa nyeri di perutnya yang semakin menjadi. Gadis itu meringkuk di sudut, berusaha untuk membuat jarak sejauh mungkin dengan Kenzo. Lelaki itu berusaha menjaga ekspresi wajahnya tetap datar sementara ia berbaring di samping Zia. "Hanya ada kita yang akan tidur di sini, kau tidak perlu be

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD