Dua Puluh Tiga : Kejutan

1668 Words

Zia sedari tadi mondar-mandir di dalam kamarnya, perutnya terasa tidak nyaman, rasanya sedikit nyeri entah apa sebabnya. Bahkan dua pelayan yang biasa membantu dirinya merias diri bingung dengan yang dilakukan oleh Zia kini. "Ada apa, Miss?" tanya salah satu pelayan, Zia berhenti berjalan dan memandang dua pelayannya dengan tatapan memelas. "Perutku sedikit sakit, aku tidak tahu kenapa ini terjadi, tapi aku tidak nyaman jika duduk, bisakah kalian meriasku dengan berdiri saja kali ini?" pinta Zia dengan wajah memelas. "Baiklah jika itu kemauan Anda, Miss, Zetta yang akan merias Anda. Saya akan membawakan air hangat untuk meredam nyeri perut Anda, saya permisi." Setelah mendapat persetujuan dari Zia, pelayan yang satunya pergi keluar dari kamar. Sementara pelayan yang bernama Zetta tadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD