"Itu kakinya?" "Iya, dan ini tangannya." "Dia beneran laki-laki?" "Iya, seperti yang kamu harapkan." "Wah ... pantesan kalo nendang kenceng, laki-laki, 'kan, kuat. Apa dia sehat?" "Pasti, kalau tidak sehat tidak mungkin dia bisa menendangmu." Qinara terkekeh, itulah obrolan yang selalu terjadi setiap kali Hening memeriksakan kandungannya, selalu Qinara yang aktif bertanya, dia sampai dekat dengan dokter kandungan yang menangani kehamilan Hening. "Kapan adik bayiku lahir?" Dan pertanyaan itu yang tidak pernah lupa Qinara tanyakan. "Sekitar dua bulan lagi," jawab dokter tampan itu sambil mencolek ujung hidung Qinara. . "Ibu, kalau adik bayiku lahir dia di kasih nama siapa?" tanya Qinara saat mereka sudah dalam perjalanan pulang gadis kecil itu duduk di kursi belakang bers

