"Pake jas yang biru apa hitam ya, Ra?" "Atau yang garis-garis ini? Dasinya kira-kira cocoknya yang mana?" "Emm, apa pake kemeja doang, ya? Tapi nanti Kak Adrima pasti pake jas. Gak adil dong. Masa aku pake kemeja doang. Iya, kan?" "Atau, pake pakaian kasual biasa aja? Yang pake jeans bawahannya. Tapi.." "Hahaha!" David tidak lagi melalnjutkan ucapannya ketika mendengar suara tawa yang sangat kencang dari arah ranjang. Lelaki itu menggaruk tengkuknya dengan pipi yang merah merona. Sebenarnya dirinya ini kenapa? Seharusnya Meira yang sibuk dengan pakaian yang akan dikenakan hari ini. Tapi sekarang malah dirinya yang seperti gadis pemilik kencan pertama. Melangkah mendekat, Meira mengangkat salah satu jas berwarna hitam yang sudah lengkap dengan jas merah dan juga dasi yang pas. Tak l

