29 (Revisi)

1047 Words

David menghela napas panjang. Pelipisnya ia pijat dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanannya dipakai untuk memegang ponselnya. Mata David terpejam. Dirinya benar-benar butuh ketenangan. Yang sayangnya tidak bisa ia dapatkan. Sebab baru saja Sinra mengatakan jika dirinya tidak boleh mengambil cuti selama Sinra berada di Jepang. Inilah konsekuensinya jika ia bekerja bukan dengan anggota keluarga sedarah. Bukan bermaksud ingin bekerja semena-mena, namun kalau sudah tidak bisa mengendalikan pikiran biasanya mudah mengambil izin atau cuti. Ya, memang sih ujungnya akan ada potong gaji yang lumayan besar. Namun, itu sebanding dengan penjernihan pikiran yang David butuhkan. Menyandarkan punggungnya yang terasa berat ke belakang, David rasakan matanya memanas. Tak lama, tetesan air mata mulai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD