"Tuan, saya tahu Anda marah karena kesalahan saya ini. Tapi seharusnya Anda tidak perlu sampai merusak ponsel saya. Harganya begitu mahal dan Anda harus menggantinya!" Aku menepuk jidatku mendengar omongan suamiku. Dia bukannya malu karena perselingkuhannya terbongkar malah meminta Tuan Gibran ganti rugi karena sudah merusak ponsel yang sebenarnya dibeli dari uang Tuan Gibran sendiri. Tuan Gibran yang sejatinya tak banyak bicara langsung mendekat dan meremas kerah baju suamiku. Tatapannya ketika dia marah sungguh menakutkan. Aku sampai merinding melihatnya yang biasanya lembut berubah mengerikan seperti ini. "Tuan, tolong jangan marah. Saya hanya meminta hak saya. Ponsel itu susah payah saya dapatkan jadi tolong Anda menggantinya," Astaga, masih saja suamiku merengek minta Tuan Gibran

