28

1053 Words

Satu tahun kemudian             Aku tersenyum menatap kalender yang salah satu tanggalnya kulingkari dengan spidol warna merah, sebagai penanda ulangtahun pernikahanku.             Satu tahun aku tinggal bersama Satria, merasakan manis pahit bersamanya dan yang pasti aku semakin mengenal Satria lebih jauh.             Sejauh ini Satria yang kukenal sebagai suamiku sangat berbeda ketika aku mengenal Satria sebagai ketua osis. Suamiku ini manja banget, cemburuan, ngatur, cerewet, senang tertawa terhadap hal kecil yang aku lakukan dan selalu cemberut jika aku mengambil lembur di restoran chef Adnan. Tetapi dibalik itu, ia adalah sosok yang hangat, sabar dan mencintaiku. Apapun dirinya, aku mencintainya juga.             Hubungan rumah tangga kami yang sudah setahun, tentu saja mulai memas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD