Lift bergerak turun seperti di lempar dari atas. Membuat Tristan pusing dan kakinya seolah tidak mampu menopang beban tubuhnya lebih lama. Di tambah luka yang menganga lebar pada kakinya, menambah rasa nyeri. Tubuhnya merosot ke bawah. Daniel meraih tubuh Rosa untuk melindunginya saat mendengar bunyi mengerikan dari ledakan-ledakan di lantai atas yang semakin turun. Brak! Tristan tersentak saat lift tiba-tiba mendarat dengan hantaman kencang. Dan Daniel otomatis memeluk erat Rosa. Setelah beberapa saat. Daniel mengangkat tubuh Rosa dan meletakannya di punggung. Ia melepas tali sepatunya, untuk mengikat kedua pergelangan tangan Rosa, agar tetap melingkar di bahunya. Daniel kemudian bangkit berdiri sembari memegangi kaki Rosa. Ia mencoba membuka pintu lift. Namun lampu-lampu di lift tib

