Mereka kembali ke benteng, namun sama sekali tidak ada raut wajah bahagia dimuka mereka. Hanya tatapan murung dengan langkah lesu. "Rosa!" Rosa tidak menyadari jika ada yang memanggilnya, tentu saja karna pendengarannya. Akhirnya orang yang memanggilnya menghampiri Rosa dan menepuk bahu gadis itu, agar gadis itu menatapnya. "David?" gumam Rosa sembari tersenyum tipis. "Kau baik-baik saja?" tanya pria berkulit pucat itu. Kening Rosa mengernyit. "Apa? Kau bilang apa? Maaf, aku tidak bisa mendengar. Aku rasa gendang telingaku pecah karna kepalaku terbentur." Ujar Rosa. Akhirnya David menggunakan bahasa isyarat untuk bicara pada Rosa. 'Kalau begitu ayo sekarang temui Dokter.' Rosa menganggukan kepalanya setuju, dan David segera menarik tangan Rosa untuk pergi. "Tapi David, kenapa waja

