Bab 76

1114 Words

Anggun duduk di kursinya, tangan menggenggam secangkir kopi yang isinya sudah mendingin. Matanya memperhatikan Kendra yang kembali masuk ke kafe setelah beberapa menit keluar dengan ekspresi serius. Kali ini, senyuman terlukis di wajah Kendra, tapi tatapan matanya tajam, penuh arti. Anggun mengernyit bingung. "Kamu kembali lagi? Apa kamu berubah pikiran, Kendra?" Kendra duduk di depannya, melemaskan bahunya seolah tidak ada yang terjadi. Ia menyesap sedikit air mineral dari botol yang ia bawa, lalu menghela napas panjang. "Aku memutuskan untuk mengalah, Anggun." Mata Anggun berbinar. "Kamu serius? Kamu akan menerima Kenny?" Kendra mengangguk pelan, senyum liciknya mulai terlihat samar. "Tentu saja. Dia anakku, kan? Bagaimana mungkin aku meninggalkan anakku sendiri?" Anggun tampak terh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD