Bab 44

1846 Words

Setelah perjalanan yang penuh dengan debat hangat antara Alea dan Kendra, akhirnya mereka tiba di rumah sakit untuk pemeriksaan kandungan. Begitu turun dari mobil, Kendra segera menggandeng tangan Alea dengan erat, seolah takut istrinya akan menghilang begitu saja. Meski ia selalu bersikap tegas dan dingin, terlihat jelas hari ini wajah Kendra penuh rasa ingin tahu dan antusiasme yang tak bisa disembunyikan. Mereka berdua naik ke lantai khusus tempat dokter kandungan berpraktik. Sesampainya di ruang tunggu, seorang perawat mengarahkan mereka ke ruang periksa di ujung koridor. Alea mengembuskan napas panjang, berusaha menenangkan diri, sementara Kendra melirik ke sekeliling dengan ekspresi serius. Tak lama kemudian, seorang dokter masuk. Seorang pria muda dengan senyum ramah, yang beg

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD