Bab 22 Kutulis Dan Kutulis Lagi

1205 Words

Aku telah duduk manis di kursi roda. Baju adat sepasang warna merah telah kupakai dengan bantuan Agnes dan Yeti. Ada ketukan di pintu ruang tamu, kontan Jose, Dio, Yeti, Agnes masuk kamar mana saja. Tinggal aku dan Jisan bertahan di ruang tamu. Oh ya karpet tebal dan bantal untuk sementara pindah tempat. "San ... buka aja. Udah dua kali dia ketuk," bisikku di telinga Jisan saat tanganku sudah melaksankan tugasnya melambai menyuruh dia mendekat. "Iya Ma," Jisan mendekati pintu. Membukanya. "Om Tomas . silakan masuk," Jisan tertawa ngakak mengetahui siapa yang datang. Dia tetangga dan teman baik dari almarhum bapaknya Jisan "Kakak ..... apa kabar?. Lama nggak jumpa ya. Dengar-dengar stroke ya," Thomas menjabat tanganku. Duduk di sebuah kursi plastik yang dekat dengan Jisan. Aku memin

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD