BAB 10 Kertas Hasil USG Yeti

1102 Words
.Aku menatap Jose penasaran. Seperti ada sesuatu yang mengganjal hatinya, menyembunyikan sesuatu dariku. itu terlihat jam delapan malam saat dia masuk di kamarku. "Itu pin ATM ku sudah saya kasih tahu Dio" "Oh kenapa memangnya?" "Tidak apa-apa Ma," jawab Jose sambil keluar dari kamarku. Memang ada uang yang dikumpul Mada, Tamar, dan Jisan untuk penerusan pembangunan rumah di samping rumah yang ditempati almarhum bapaknya. Dana pensiun almarhum Wawan setelah kuburnya diperbaiki anak-anaknya sepakat membangun rumah untuk mereka di tanah yang masih kosong di sampingnya. Pembangunan rumah tersebut sampai pada tahap plesteran dan pembuatan lantai. Rumah tembok dengan tiga kamar tidur, kamar tamu, dapur, ruang keluarga, dengan dua kamar mandi. Satu jadi kamar katanya mereka persiapkan untuk kutempati yang memiliki kamar mandi dengan WC bentuk duduk. Mereka menabung sedikit demi sedikit dan saat ini terkumpul lima puluh juta rupiah. Menurut tukang yang mengerjakan adalah plesteran kalau ada sisa uangnya lanjut lantainya. Itulah rencana anak-anakku dalam menata masa depan yang sudah tak memiliki ayah dan ibu yang kini mereka rawat seperti bayi. . Setelah malamnya Jose memberitahu pin ATMnya pada Dio esok harinya setelah aku dikasih makan siang Dio, Jose datang di kanarku dan duduk di ujung tempat tidurku, wajahnya menampilkan kegelisahan. "Ma, saya sudah membuar dosa dan kesalahan yang sangat besar," kata Jose sambil menunduk,sementara aku hanya bisa rebahan. Mendengar perkataan. Jose aku terkejut dan memandangnya dengan tajam. "Maksud kamu,?tanyaku dengan tidak sabar. "Dia... hamil Ma," kata Jose dengan suara gemetar. "Apa? Mada?" "Bukan:" "Agnes?" "Bukan Ma,"tiba-tiba dari pintu muncul seorang cewek berambut ombak yang diikat sebatas pinggangnya, menangis sambil menunduk mendekati aku dan Jose. Secara refleks aku meraih tangannya dan menggenggam jari-jarinya. 'Dia pekerja keras,' bisikku dalam hati merasakan aura dari genggamanku yang merasakan jari-jarinya tidak sehalus jari-jari perempuan lain seusianya. "Betul, kamu pacarnya Jose?," sambil melirikku dengan mata masih sembab,dia tersenyum "Iya Ma,"jawabnya dengan suara pelan.Dia langsung memanggilku "mama" walaupun baru pertama bertemu dan belum kenal satu sama lain. Ya sudahlah. "Siapa nama kamu?," " Yeti Ma," "Betul, Jose pacarmu?," "Iya Ma" "Berapa pacarmu Nak?," Yeti tidak menjawab, dia hanya mengambil tangan Jose dan meremasnya. 'Ah pertanyaanku juga konyol', kataku dalam hati "Sudah berapa lama pacaran?" "Tiga tahun Ma," Joselah yang menjawab. "Kok kamu tidak pernah kasih tahu Mama?,"Jose dan Yeti hanya tersenyum mendengar pertanyaanku "Tinggal di mana?," "Luwu tinggal dengan orang tua, Ma" "Sekarang, apakah kamu hamil, betulkah itu anak Jose?," "Iya Ma, ini hasil USG saya kemarin. Dan ini anak Jose,"kata Yeti sambil memegang sehelai kertas USG. Aku terdiam mendengar jawaban Yeti. Aduhh mau marah pada mereka? Aku memperhatikan dua remaja yang sedang duduk di tepi ranjangku. Yeti manis dan cantik dengan kulit putih. Jose anakku ganteng dengan perawakan yang ideal. Hidung mereka sama-sama lancip dan mancung. Mata Jose agak sipit sedangkan Yeti sedikit bola dan membulat. Mereka sepertinya akrab sekali. Kertas USG yang dipegang Yeti berpindah di tanganku, aku hanya bisa melihatnya tanpa bisa mengerti apa arti dari gambar tersebut. Yang ada dalam pikiranku adalah sudah ada kehidupan baru dalam perut Yeti yang dihasilkan bersama Jose. "Perbuatan kalian harus kalian pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, di hadapan orang," kataku dengan nada tegas sambil melihat Jose dan Yeti bergantian yang tunduk tepekur. :Iya Ma, maafkan saya Ma," Jose memegang tanganku kuat-kuat. 'Ah anakku, tiga tahun sudah kau merawat mamamu dalam segala kondisi yang apa adanya kita lalui bersama, kita sama-sama menghadapi persoalan dari masalah Andre, penghentian saluran berkat yakni tunjangan sertfikasi dengan saling menguatkan,' bisikku dalam hati. Tak terasa ada aliran bening mengairi pipiku secara perlahan. "Ini Jose belum pergi mencari pekerjaan Nak, Jose dan adeknya,Dio, tinggal merawat saya seperti bayi. Semoga orang tua kamu bisa menerima Jose dalam keadaan begini," kataku sambil melihat ke arah Yeti. "Iya Ma,,"kata Yeti sambil mengangguk. Aku menanyakan tentang keluarganya, Yeti adalah anak ke dua dari lima bersaudara. Kakaknya laki-laki sudah menikah dan punya anak satu tinggal di daerah tetangga. Adiknya Yeti, dua orang kuliah, satu SMA dan adik bungsunya ,di SMP kelas delapan. Sekitar jam lima sore Jose mengantar Yeti ke rumah tantenya yang berjarak sekitar tiga puluh kilo meter dari rumah kontrakanku Dio masuk ke kamarku, aku nemberi tahu apa yang terjadi pada Jose dan Yeti pacarnya. Dio hanya diam mendengar penjelasanku, kemudian dia berkata "Kalau begitu Jose harus bertanggung jawab Ma, Jose secepatnya menemui orang tua Yeti dan menikah. Pakai saja uang yang dikumpul Mada, Tamar, dan Berdi Ma," "Iya Nak, kayaknya memang begitu Yang penting kita dahulukan, uang yang ada sekarang lima puluh juta rupiah. Nanti mama beritahu saudara-saudaramu Nak" "Iya Ma, makin cepat makin baik. Selesai makan malam, aku masih duduk di kursi tiba-tiba persaanku tidak enak, ingin muntah. Akhirnys aku muntah, Jose dan Dio saling berpandangan, "Apa yang dirasa Ma, mungkin terlalu banyak pikir masalah saya Ma,"Jose berkata sambil membersihkan bekas muntahku. "Jangan terlalu banyak pikir Ma, nanti Mama tambah sakit, kalau masuk rumah sakit kita tambah susah Ma," Dio memijat tengkuk leherku dan mengoleskan minyak gosok. "Iya Nak, mama mungkin masuk angin. Semoga secepatnya membaik,"kataku menenangkan mereka. 'Tuhan berikan kekuatan kepada kami menghadapi masalah ini, hambaMu sakit tak bisa menemani Jose menemui orang tua Yeti, ayahnya sudah tak ada. Tuhan, biarlah aku di atas tempat tidur memberikan dukungan senangat pada Jose,'bisikku dalam hati sambil berserah penuh kepada penciptaku. Besok harinya kesehatanku semakin membaik, malamnya aku kirim wa dalam grup mengenai keadaan Jose saat ini. Mama Jose sudah punya pacar gais Anakku ramai mengomentari, bahkan ada yang japri. Berdi Asik lah, iya Jose bro? Jisan Ha ha ha sdah laku ya bor Tamar Cewek dari mana bro Mada Sesama bis kota dikarang saling mendahului wkwkwkwk Agnes Akhirnya kakak kita nih laku juga wkwkwk Dio Sttt dilarang berisik. Mau tahu info lebih banyak tanya tuan Dio ha ha ha. Aku terus chat di group tentang uang untuk rumah yang telah terkumpul, untuk dialihkan kepada keperluan Jose. Mada, Tamar, Berdi tidak keberatan malah mereka dengan rela menambahkan dananya.'Ahh terima kasih anak-anakku, disaat mama tak mampu lagi menghasilkan rupiah untuk kita sekeluarga, kalian siap menjadi tulang punggung bagi saudaramu yang sudi mengabdikan dirinya merawat mama. Terima kasih anakku,' bisikku dalam hati. Yeti telah ada di rumah orang tuanya. Dia memberi tahu orang tuanya tentang keadaan dirinya yang sudah hamil. Bapak dan ibunya tidak bicara satu katapun. Mereka meninggalkan Yeti seorang diri di meja makan. Tak ada solusi pada malam itu, hanya rasa berdosa yang semakin mengantui Yeti.'Ampuni aku Tuhan, beban ini terlalu berat buatku. Aku sudah membuat malu orang tua dan keluargaku,' bisik Yeti dalam hatinya setelah dia naik di tempat tidurnya. Dipeluknya bantal gulingnya, dibiarkannya sebagian rambut panjangnya menutupj pipinya yang sudah basah dengan airmatanya. Yeti menarik selimutnya yang ada dekat kakinya, dibukanya dan dia tenggelamkan badannya dalam selimut itu.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD