BAB 9 Rina PoV

1003 Words
Kuburan Wawan telah di perbaiki. Anak-anakku menguburnya di Makassar, kata mereka supaya lebih mudah bersiarah ke sana Yang menjadi pengawssnya adalah Jose. Dio pulang merawatku, Mada, Tamar. dan Berdi kembalj ke tempat tugasnya. Jisan dan Agnes sibuk dengan perkuliahan. Dana yang dipakai memperbaiki kuburan adalah sumbangan dari Korpri, PGRI, Sekolah tempat almarhum bertugas juga dana dari Mada, Tamar, Berdi. Di tembok nisannya tidak ada kata istri di situ, hanys saudaramu dan anak-anakmu. Betul lah karena almarhum sudah tidak mempunyai istri secara hukum secara pengadilan, secara hukum agama , apa yang dipersatukan oleh Tuhan tidak boleh dipisahkan oleh manusis 'dosaku Tuhan melebihi segala apa yang tertinggi dalam dunia ini. Ampuni aku Tuhan,' rintihku berulangkali. *** Hsri ini semua guru Pegawai Negeri Sipil diharuskan membuat SKP atau Sasaran Kinerja Pegawai secara online. Aduhh apa yang aku laporkan? satu tahun yang lalu saya sudah tidak diberi Jam Mengajar yang otomatis tidak ada laporan Melaksanakan Pembelajaran dengan bukri fisik seperti Absen Siswa, Jadwal Mengajar,Buku Paker, Kelas Yang Diajar; apa yang akan kuisi?. Ketika Rapat Pembagian Tugas pada awal Tahun Pelajaran aku menulis di whatapp sekolah secara terbuka, mengharap semua guru membacanya. Permohonanku adalah mohon diberikan Jam Mengar 24 jam supaya aku berhak kembali mendapat Tunjangan Sertifikasi yang aku akan bayarkan ke guru honor yang menolong aku mengajar. Selain minta tolong guru lain menggantikanku, aku juga memohon umtuk bisa mengajar secara online menggunakan Aplikasi Meet. Kedua permohonanku tersebut tak satupun direspon oleh kepala sekolah maupun dewan guru. Keluar SK Pembagian Tugas kolom namaku kosong, tidak ada kelas yang diajar, tidak ada berapa jam mengajar. Kini tiba Pembuatan SKP secara online aku hanya bisa menangis. Mau minta pensiunan dini tinggal tiga belas bulan aku sudah purna bakti. Aku mengisi SKP itu apa adanya. Untung dalam keterbatasanku aku rajin mengikuti Pelatihan Fungsional on line, selalu hadir pada saat wórkshop sekolah online, jadi aku biss mengisi SKP tersebut. 'Penyintas Stroke Nssibmu kini' Aku hanya bisa menghitung beberapa temanku yang masih setia memberikan dukungan dan semangat. Ketika aku buntu mengerjakan SKP tersebut aku kirim pesan kepada ibu Ani unutuk membantuku mengisi Rencana Harian Kegiatan dalam SKP tersebut yang ads bukti fisik yang kumiliki. Ibu Ani bersedia menolongku maka jadilah tugasku yang membuatku semakin bersyukur kepada Penciptaku. Stroke yang membatasi langkahku mengais rejeki kuajak untuk berdamai. Stroke harus kulihat dari sisi positifnya seperti ketika aku masih kuat hanyalah makanan untuk tubuh jasmaniku yang mendapat perhatian penuh, ahh mau makan coto, makan bakso, mie kuah, Kentucky Fried Chicken dan lain sebagainya. Kini setelah stroke makanan untuk jasmaniku harus setidak-tidaknya aman untuk diriku karena menurut pemeriksaan dokter aku mengurangi asupan makanan yang membawa pengaruh untuk hipertensi dan gula darah. Jadi intinya menahan diri makan yang enak-enak. Saat stroke seperti ini, makanan untuk rohaniku yang paling utama agar jiwaku ikhlas, tulus, kuat menghadapi hari-hariku yang secara kasat mata sangat membebani orang terdekatku yaitu anak-anakku. 'Maafkan mama Nak', bisikku dalam hati. Asupan makanan rohaniku adalah dari Kitab Suci yang telah diatur ayat-ayatnya yang akan dibaca setiap hari. Rekan kerjaku, pak Zein, yang satu gereja denganku kebetulan beliau Sekretaris di gereja selalu mengirimkan Bacaan Harian padaku. 'Terima kasih orang-orang baik,'bisikku dalam hati penuh haru. *** Jam enam sore ada motor masuk di halaman rumah. Tak lama kemudian muncul ibu Rani langsung masuk di kamarku, karena beliau memang sudah beberapa kali mengunjungiku. Ibu Rani adalah guru Bahasa Indonesia , kali ini datang minta tolong padaku. "Bu Rina, bisakah minta tolong jadi Nara Sumber untuk Galih dalam wawancara Penelituannya" "Ah Bu Rani, saya ini sekarang tidak seperti dulu. Tugasku sebagai guru juga sudah tak ada Bu. Bisakah minta tolong guru-guru sehat di sekolah untuk membantu Galih Bu" "Saya percaya Ibu masih bisa membantu Galih". Aku terima saja, terserah hasilnya yang penting ibu Rani tahu keadaanku. Setelah ibu Rani pulang, aku menunggu-nunggu wa dari Galih seperti yang dikatakan ibunya. Tak ada nomor baru masuk di hpku. 'Ya sudah mungkin ada guru lain yang membantu dia,'kataku dalam hati. Tiga hari kemudian ada nomor baru bernams Galih masuk di wa ku Galih Selamat malam Bu Rina. Ini Galih anaknya bu Rani Aku Selamat malam juga Nak. Apa kaba? Galih Baik Bu. Begini Bu, kapan ada waktunya Ibu untuk wawancara karena hari Kamis sudah presentasi hasil wawamcara Aku Bagaimana kalau besok malam jam tujuh. Tapi kirim dulu kisi- kisi pertanyaan wawancara Galih Oke Bu nanti saya kirim. Terima kasih Bu. Tak lama kemudian Galih mengirim pertanyaan wawancara ada delapan nomor. Aku perhatikan pertanyaannya, aduhh ada yang membutuhkan jawaban ilmiah. Maka aku chat Galih untuk diundur wawancaranya supaya ada waktu buka- buka buku refensi. Aku Bisamah diundur wawancaranya hsri Kamis. Sekarang hari Senin, supaya saya baca-baca buku Galih Maaf Bu hari Kamis sudah presemtasi Aku Oke besok saja Galih Terima kasih Bu. Aku membuka internet dan buku-buku yang berhubungan dengan pertanyaan wawancara. Yang mudah aku kerjakan dulu sampai yang menurutku sukar. Pendapatku tersebut kuketik dengan rapih menjadi sebuah file. Seperti jadwal wawancara yang telah disepakati maka Galih mewawancaraiku dari tempat yang jauh dariku. Aku melaksanakan tugasku hanya semata-mata untuk membantu sesama, semoga anak-anakku juga dipertemukan dengan orang baik untuk menolong mereka. Bukankah ada kata bijak mengatakan bahwa apa yang kita tanam pasti itulah yang kita tuai. Sesi wawancara telah selesai, maka aku mengirimkan jawaban pwrtanyaan wawancara secara tertulis. Berharap masih bisa menjadi berkat di tengah ketakberdayaan fisik. Dari dulu aku tidak tega membantu yang membutuhkan. Aku teringat sekitar lima belas tahun yang lalu saatnya mengurus porto polio kelulusan sertifikasi, maka file yang telah print out diminta oleh ibu Rani yang tinggal ganti nama dan dokumen yang berbeda nama. Ketika aku masih sehat, teman cerita suka dukanya mengurus bukti fisik kelengkaoan portopolio Dengan ringannya ibu Rani menanggapi katanya dia tidak merakan sulitnya mengurus sertifikasi. "Kalau saya, saya tidak ingat susahnya mengurus,"kata ibu Rani saat itu. "Bagaimana Ibu mau susah, file saya yang Ibu pakai tinggal ganti nama" "Iyakah Bu Rin, saya lupa itu,"teman-teman guru cuma senyum-senyum menanggapi Itulah kita kadang lupa kebaikan sesama yang pernah bantu. Jadi sejatinya kita tetaplah memberi pertolongan kepada sesama betapapun kecil dan tak dihargai. Percaya, Tuhan akan tetap melindungi kita. .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD