Little Memories of Kean (3)

2001 Words

Malam ini angkasa cerah. Tidak ada mendung, tidak ada hujan. Di malam terakhir bulan desember ini, angkasa benar-benar bersahabat dengan semua orang. Seolah segala beban yang menggantung di langit kota itu melebur bersama detikan waktu yang sebentar lagi akan memijak lembar baru. Waktu yang selalu ditunggu-tunggu oleh banyak orang diluar sana dan Kean pun begitu. Anak itu melirik jam di layar ponselnya kemudian meletakkan kembali benda itu ke atas meja. Perlahan, dia bergerak turun dari ranjang, membiarkan kaki telanjangnya menyentuh dinginnya lantai. Dia mendekat ke jendela kaca kamarnya, membuka tirainya lebar-lebar hingga dia bisa melihat gemerlapnya angkasa malam ini. Dia menghela napas panjang. Tigapuluh menit lagi menuju pergantian tahun, orang-orang di luar sana pasti sedang sibuk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD