Kean buru-buru bangkit dan berjalan meninggalkan bangkunya saat melihat Zafran berdiri di ambang pintu kelas, memberi isyarat dengan gerakan mata agar ia segera mendekat ke sana. "Flashdisk gue mana?" tanya Zafran begitu keduanya sudah berdiri berhadapan dan menyingkir beberapa langkah dari depan kelas Kean. Ditanya begitu, Kean mengernyit tak paham. "Flashdisk yang mana?" "Yang kemaren lo pinjem. Yang warna ungu." Ah, iya. Kean ingat. Flashdisk yang dimaksud Zafran adalah flashdisk yang kemarin sempat ia pinjam untuk mengerjakan tugas bahasa karena miliknya sendiri tiba-tiba saja hilang saat sedang dibutuhkan. "Oh, yang itu. Di rumah lah." Mendengarnya Zafran tersentak. Raut mukanya pun berubah dalam sekejap. "Kok di rumah?" "Ya emang di rumah. Kenapa emang?" Zafran mengusap wajah

