Little Memories of Kean (7)

2894 Words

Cowok itu menelusuri setiap sudut bangunan setengah jadi di depannya dengan langkah pelan. Entah sejak kapan tangannya menggenggam kamera, entah darimana pula ia mendapatkannya, ia tidak terlalu peduli. Kean terus melangkah, membiarkan derap langkahnya menggema, sampai akhirnya dia berhenti setelah mencapai sudut paling akhir bangunan itu. Matanya terpaku pada jingga yang membentang di kaki cakrawala. Indah, seolah ratusan kaleng cat warna baru saja tumpah di sana. Cowok itu berdecak. Ada sesuatu dalam diri cowok itu yang mendorongnya untuk mengangkat lensa kamera di tangannya, mengarahkannya pada sang senja dengan segala pesona yang detik itu mampu membuat Kean terpana. Namun, saat dia mencoba mengangkat kameranya, benda itu justru jatuh begitu saja. Terjun bebas dari ketinggian gedung t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD