Arlesh sudah menunggu selama sepuluh menit di dalam mobil ketika pada akhirnya melihat Zafran muncul dari kejauhan, berjalan cepat melewati pintu gerbang lalu melompat duduk di sebelahnya. Pemuda itu menghela napas keras sebelum akhirnya tersenyum samar. "Sory, barusan ngejar nyelesein catetan. Lama, ya?" Arlesh balas tersenyum dari tempatnya, senyum yang berbeda dari biasanya, senyum yang entah mengapa terasa asing bagi Zafran. "Nggak masalah kok. Tapi, tumben banget, biasanya kakak kan paling rajin bikin catatan." Kening Arlesh berkerut dan Zafran bisa menangkap tanda tanya besar di kepala anak itu. Mobil yang membawa mereka mulai melaju sementara Zafran menarik napas, berusaha mengulur waktu untuk sekadar memikirkan jawaban paling tepat. Dia tidak mungkin memberitahu Arlesh kalau di

