Lembar Ke-enam belas

3113 Words

Zafran membanting dirinya ke ranjang, membiarkan pikirannya melayang. Makan malam kali ini tidak sehangat biasanya. Arlesh lebih banyak diam, begitu pula oma yang malam ini tak banyak bercerita. Hanya sesekali wanita itu membuka suara, mengumbar senyum di sela kalimatnya, namun tetap saja Zafran merasa ada yang berbeda. Kenapa semua orang bersikap aneh hari ini? Lalu ingatannya bergeser pada kejadian tadi siang, saat tak sengaja ia bertemu seseorang yang mengaku sebagai temannya. Sendy. Pemuda itu begitu asing di mata Zafran, tapi entah mengapa binar matanya seolah menyampaikan kebenaran yang menuntut Zafran untuk percaya. Pemuda itu tidak mungkin hanya berpura-pura mengenalnya seperti apa yang Arlesh khawatirkan. Lagipula, hati kecil Zafran juga turut membenarkan apa yang Sendy katakan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD