The Last Memories

2909 Words

Kean, menjatuhkan kepalanya di atas meja kantin karena bosan. Berkali-kali dia meniupi poni rambutnya sendiri, berharap dengan begitu rasa jenuhnya akan berkurang. Tapi percuma. Bukannya merasa baikan, Kean justru semakin kesal karena tindakannya yang tidak berguna dan kekanakan. Dia mengembuskan napas keras lalu duduk dengan tegak, membiarkan matanya menyisir seluruh penjuru kantin. Tapi hanya sebentar, sebelum dia menjatuhkan kembali kepalanya di meja dan mulai mengabaikan sekitar. Dia benar-benar merasa setengah mati kebosanan. Kakaknya tidak ada di kantin, tidak datang untuk makan, tidak pula untuk sekadar menemaninya duduk menghabiskan sisa waktu istirahat siang. Zafran seperti menghilang, padahal belakangan ini lelaki itu tidak pernah lagi meninggalkannya sendirian. Wajar. Ini sem

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD