Mira memarkir mobilnya di depan rumah. Bukan, ini bukan rumahnya. Ini rumah seseorang yang amat di cintainya, Andika. Rumah itu terlihat sepi. Mira tidak melihat mobilnya Billy disana, berarti dia sedang pergi. Bahkan mobil orangtuanya juga tidak ada di luar. Mira tahu kalau hanya mobil orangtua Dika dan mobil Billy sajalah yang sering di parkir di luar. Sepertinya rumah itu memang sedang kosong, walaupun lampunya menyala. Mira mematikan mesin mobilnya, lalu kemudian dia turun dan mengamati rumah tersebut. Membayangkan sosok seorang Andika melihatnya lalu keluar dan memeluknya. Hal tersebut mengingatkannya akan masa lalu. Tak terasa, air mata Mira pun menetes. "Apa yang kau lakukan di sini?" Pertanyaan tersebut datang dari sebuah suara bass yang berat dan amat dikenali Mira. Tatapan l

