Thirteen

1596 Words

Hari Sabtu yang Billy nantikan pun tiba. Sejak pagi Billy sudah bangun, dan melakukan banyak aktivitas yang membuatnya bagaikan anak berbakti di rumahnya. Dia menyapu dan mengepel, hal tersebut dilakukannya agar kencannya malam ini dapat berakhir dengan baik. Dan agar Juwita dapat luluh kepadanya. "Hanya sebagai kekasihku satu malam, ya! Tidak lebih. Dan aku tidak mau kau berakting berlebihan selama di sana nanti!" Seruan Juwita itu masih terngiang di pikirannya. Ah, kalau saja dia bukan tentara. Pasti tak akan sesusah ini untuk mendapatkan Juwita. "Rajin amat?" Tegur Dika. "Mau kencan ya sama cucu Roland Iswandi?" "Semacam itu," balas Billy yang sedang mengepel. "Semoga berhasil untuk kencanmu hari ini," kata Dika. "Mira menitip salamnya untukmu." Dika tersenyum. "Apa katanya?" "

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD