Twenty-One

1395 Words

Pulang dari Mentawai, Juwita mendapati Engkong dengan wajah pucat pasinya di rumah karena menunggu Juwita pulang. Syukurlah luka di dahi dan kakinya sudah mengering, sehingga dia tidak perlu lagi menggunakan perban untuk menutupi luka-lukanya itu. Walaupun begitu, Juwita tetap mendapatkan peringatan keras dari Engkong kalau sampai dia pergi ke daerah bencana lagi tanpa izinnnya. Juwita tidak berjanji, tapi malah nyengir kuda menanggapinya. "Lagi pula ada Billy kok, Kong selama aku di sana. Iya nggak Bill?" Tanya Juwita, sambil meminta dukungan pada Billy. "Aku hebatkan di sana?" Billy tersenyum kecil, dan mengangguk. "Kalian berdua memang ya!" Seru Engkong. "Ah, kalian berdua akan aku nikahkan secepatnya bagaimana?" Billy dan Juwita mendongak. "APA?!" Seru mereka berdua bersamaan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD