Kekecewaan Agam

1304 Words

"Siapa yang telepon dari tadi?" tanya Sarah sekali lagi. Agam terdiam, ia menatap ponselnya. "Ini, orang rumah," jawab Agam. Sarah tak percaya begitu saja. "Yakin orang rumah?" Agam mengangguk, lalu menunjukkan layar ponselnya. "Ini, Bu Rini, ART di rumah Ayah." "Oh, ya sudah, angkat aja, siapa tau penting." "Ya, aku telepon nanti sekalian arah pulang." Sarah mengerti, ia pun segera keluar dari mobil Agam. Wanita itu masih berdiri di pinggir jalan, heran melihat mobil Agam melesat pergi begitu cepat, bahkan tanpa satu kata pamit. Rasa penasaran dan kecewa yang kecil menggelitik hatinya. Apa benar itu nomor ART, dan kenapa seperti lebih penting darinya malam ini? Padahal baru saja mereka terlibat dalam percakapan yang … tidak biasa. Sementara itu di dalam mobil, Agam dengan cepat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD