Bab 21 Patah Hati

1222 Words

Malika harap-harap cemas. Jarak perjalanan tak begitu terasa karena Malika sibuk menerka apa yang akan ditangkap matanya sesaat lagi. Bagaimana terlihat perusahaan yang Almas banggakan itu? Namun, rasa dalam hati Malika makin mengerdil ketika mereka sampai di tempat tujuan. Perusahaan yang dimaksud benar-benar menggelitik Malika. Dipikirnya Almas hebat, ternyata hanya satu bangunan kecil tak lebih dari rumah kosong yang … sebenarnya tak layak disebut perusahaan. Malika sangat berusaha untuk tidak tertawa, mengingat apa yang dipesankan Arta dengan serius kepadanya sebelum berangkat tadi. “Aku bilang perusahaan kecil, ‘kan?” kata Almas bersemu pipinya seperti buah tomat. “Masuklah.” Malika jatuh dari ekspektasinya sendiri. Dari awal parkir sampai melewati pintu Malika benar-benar tak bis

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD