Bab 53 Rayuan

1505 Words

Aris menggeram, tinjunya sudah terkepal karena panas oleh ucapan Almas. Namun, Malika lebih dulu menahan Aris, menenangkannya sebelum terlambat. “Dia bercanda, Ris. Almas memang sering begitu.” Malika menurunkan tinju itu dari udara. Aris mengepalkan ulang tinju di depan wajah Almas. “Jangan sekali-kali melanggar kesepakatan!” Almas tersenyum lebar, puas mempermainkan perasaan Aris yang terbakar habis karena sungguhan cemburu. Persaingan antar lelaki memang begini, lebih suka milik saingan daripada mensyukuri punya sendiri. “Saya harus membahagiakan istri saya. Anda sebaiknya menyingkir dari malam pengantin kami.” Malika panik. Cepat ia menggeleng kepada Aris. “Jangan dengarkan. Dia benar-benar hanya bercanda, Ris. Besok pagi aku akan berberes dan pulang ke rumah mama. Jemput aku, ya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD