Malika menikmati waktu dengan lapang hati bersama Almas sebelum ia membaca pesan masuk dari Aris. Malika sengaja belum membukanya dan sekedar menertawai pesan berantai yang isinya menjijikkan itu. Aris mau mati? Silakan. Malika sungguh tak peduli. Barulah saat sampai rumah Malika membalas pesan itu, sebelum tidur. Sekitar pukul 11.30 Malika. Beri waktu untukku, Aris. Aku akan mencoba. Aku harus menguji diriku sendiri. Apakah aku bisa hidup tanpamu? Jika terlalu sulit bagi kita untuk kembali bersama, maka itu artinya perpisahan adalah jalan terbaik. Ikhlaskan aku, seperti aku coba mengikhlaskanmu. Kita berhak bahagia, Ris. Meski dengan jalan masing-masing. *** Waktu bergulir, masa berganti. Hidup tak hanya jalan di tempat dan beranjak usia menanjak. Kedekatan Malika dengan

