Bab 46 Mati saja

1263 Words

Aris masuk rumah dengan rasa kesal yang nyata. Tak sangat peduli ia tentang bisik-bisik yang dibuat para ibu-ibu teman mamanya. Langkah Aris baru berhenti menghentak saat ia menemukan Sita menangis di belakang, dalam pelukan ibunya. “Kamu kenapa sih, Ris?! Kenapa tindakan kamu begitu?!” Aris yang harusnya kesal mendadak tak berkutik di depan ibunya itu. “Aris sudah jelaskan ini sama Sita, Ma.” Helena terkejut, ditatapnya Sita yang menjawab iya dengan anggukkan kepala. Kemudian naik pula delikan ke mata Helena kepada putranya. “Mengapa kamu tidak bilang apa-apa sama Mama?! Harusnya kamu bilang Mama juga tentang rencanamu terhadap Malika, Ris!” Aris menggaruk keningnya. “Aris rasa Mama bisa ikut alur saja.” Dipikirnya itu akan lebih alami jika sang ibu tak tahu apa-apa yang masuk dalam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD